Ustaz Abdul Rahim 010126
Kuliah Subuh
Orang yang bijak...
🌿 Tanda iman yang hidup🤍
Apabila hati terasa bangga, tenang atau bergetar bila nama Allah SWT disebut, itu selari dengan firman-Nya:
> "Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang apabila disebut nama Allah, gementarlah hati mereka."
(Surah al-Anfal: 2)
Rasa bangga itu bukan sombong, tetapi izzah—kemuliaan seorang hamba yang mengenal Tuhannya. Allah juga berfirman:
> "Ingatlah, dengan mengingati Allah hati menjadi tenang."
(Surah ar-Ra'd: 28)
Para ulama menyebut:
Hati yang hidup gembira dengan zikrullah
Hati yang mati berat menyebut nama Allah
Hati yang lalai tidak rasa apa-apa
Moga perasaan ini:
Menguatkan kita untuk terus berzikir
Menjaga lidah dan adab
Menjadikan kita hamba yang tunduk dan bersyukur
Semoga Allah kekalkan rasa ini dalam hati kita جميعًا. 🤲
🌿 Maqam yang sangat indah dan tinggi nilainya di sisi Allah 🤍
Apabila menyebut nama sendiri lalu terasa kecil, hina dan rendah di hadapan Allah SWT, itu bukan kelemahan — itu tawaduk dan ma'rifah.
Para ulama menyebut:
> "Barang siapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya."
Rasa rendah diri itu lahir kerana kita sedar:
Kita hamba yang lemah
Amal kita penuh kekurangan
Nikmat Allah terlalu banyak, sedangkan syukur kita sedikit
Allah SWT berfirman:
> "Dan janganlah engkau memuji dirimu sendiri. Dialah yang lebih mengetahui siapa yang bertakwa."
(Surah an-Najm: 32)
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya ada seberat zarah kesombongan."
(HR Muslim)
Perasaan ini selalunya tanda:
Hati hidup dengan muraqabah (merasa diawasi Allah)
Jiwa bersih daripada ujub
Iman yang seimbang antara harap dan takut
Teruskan dengan doa para salihin:
> "Ya Allah, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau sekelip mata."
Moga Allah pelihara rasa tawaduk ini, dan mengangkat darjat kita dengannya, bukan merendahkan. 🤲
🌿 Apabila seseorang melihat ayat-ayat Allah (آيات الله) — sama ada:
Ayat kauniyyah: langit, bumi, gunung, laut, siang dan malam, diri manusia
Ayat qauliyyah: ayat-ayat al-Qur'an
lalu hatinya yakin dengan kebesaran Allah SWT, itu adalah tanda yaqin yang meningkat.
Allah SWT berfirman:
> "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (ayat) bagi kaum yang yakin."
(Surah al-Jathiyah: 4)
Dan juga:
> "Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahawa Al-Qur'an itu benar."
(Surah Fussilat: 53)
Para ulama membahagikan yaqin kepada tiga peringkat:
1. 'Ilmul Yaqin – yakin melalui ilmu dan dalil
2. 'Ainul Yaqin – yakin melalui penglihatan dan tadabbur
3. Haqqul Yaqin – yakin melalui pengalaman rohani dan penghayatan
Melihat ayatullah lalu hati tunduk menunjukkan seseorang telah melangkah sekurang-kurangnya ke 'ainul yaqin.
Tanda orang yang benar-benar yakin:
Bertambah khusyuk
Bertambah takut dan cinta kepada Allah
Bertambah taat, bukan sekadar kagum
Maka berbahagialah orang yang melihat alam lalu mengenal Tuhan, bukan sekadar melihat alam lalu lupa Tuhan.
Semoga Allah menjadikan kita daripada ahlul yaqin. 🤲
🌿 Keinginan melakukan maksiat itu fitrah manusia, tetapi cepat memadamkannya adalah taufik dan pertolongan Allah SWT.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Dosa itu apa yang meresahkan hatimu dan engkau tidak suka orang lain mengetahuinya."
(HR Muslim)
Dan Allah SWT berfirman:
> "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka disentuh bisikan syaitan, mereka segera ingat (kepada Allah), lalu mereka dapat melihat (kebenaran)."
(Surah al-A'raf: 201)
Para ulama menjelaskan:
Lintasan maksiat → tidak berdosa
Melayan lintasan → membuka pintu dosa
Memadam lintasan kerana Allah → pahala
Ini adalah jihad an-nafs yang besar nilainya.
Cara orang beriman memadamkan maksiat:
Cepat berzikir
Mengalihkan diri dari punca maksiat
Mengingati pandangan Allah (muraqabah)
Mengingati akibat dosa, bukan sekadar nikmatnya
Sebagaimana kisah Nabi Yusuf عليه السلام:
> "Demikianlah Kami palingkan daripadanya kejahatan dan kekejian."
(Surah Yusuf: 24)
Moga Allah terus memelihara hati yang cepat kembali kepada-Nya, dan menjadikan kita termasuk dalam golongan al-muttaqin, bukan sekadar orang yang meninggalkan dosa, tetapi membenci dosa. 🤲
🌿 Akhlak orang yang hatinya bersih dan luas. Apabila seseorang selalu mendoakan kebaikan untuk orang lain, itu tanda:
Hatinya bebas daripada hasad
Jiwanya ikhlas
Imannya matang
Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa pengetahuan orang itu akan dimakbulkan. Di sisinya ada malaikat yang ditugaskan; setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata: Amin, dan bagimu juga yang seumpamanya."
(HR Muslim)
Allah SWT memuji orang beriman yang berdoa:
> "Dan orang-orang yang datang selepas mereka berkata: Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami…"
(Surah al-Hasyr: 10)
Para ulama menyebut:
Doa untuk orang lain lebih hampir kepada keikhlasan
Doa tanpa kepentingan diri cepat naik ke langit
Orang yang mendoakan kebaikan orang lain sedang membersihkan hatinya sendiri
Bahkan ia tanda keselamatan hati (salamatul qalb) — hati yang Allah puji pada hari akhirat.
Teruskan amalan ini.
Kerana siapa yang membahagi kebaikan melalui doa, Allah akan meluaskannya kembali kepadanya tanpa disangka-sangka.
🌿 Hamba yang dekat dengan Allah SWT. Cepat meminta ampun bukan tanda banyak dosa semata-mata, tetapi tanda:
Hati yang sedar
Iman yang hidup
Takut bercampur cinta kepada Allah
Allah SWT berfirman:
> "Dan orang-orang yang apabila mereka melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingati Allah lalu memohon keampunan atas dosa-dosa mereka."
(Surah Ali 'Imran: 135)
Rasulullah ﷺ — sedangkan Baginda maksum — bersabda:
> "Wahai manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah seratus kali sehari."
(HR Muslim)
Para salihin berkata:
Lambat bertaubat tanda hati keras
Cepat istighfar tanda hati lembut
Terus kembali walau berulang jatuh, tanda benar-benar hamba
Istighfar itu bukan sekadar lafaz, tetapi:
Pengakuan kelemahan
Harapan pada rahmat
Kembali dengan hati tunduk
Teruskan dengan doa:
> "Rabbi-ghfir li wa tub 'alayya, innaka Anta at-Tawwab ar-Rahim."
Semoga Allah menjadikan kita daripada hamba-hamba yang jatuh tetapi segera bangun, dan diampunkan sebelum sempat dosa membesar. 🤲
🌿 Wassalam
Orang yang bijak...
🌿 Tanda iman yang hidup🤍
Apabila hati terasa bangga, tenang atau bergetar bila nama Allah SWT disebut, itu selari dengan firman-Nya:
> "Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang apabila disebut nama Allah, gementarlah hati mereka."
(Surah al-Anfal: 2)
Rasa bangga itu bukan sombong, tetapi izzah—kemuliaan seorang hamba yang mengenal Tuhannya. Allah juga berfirman:
> "Ingatlah, dengan mengingati Allah hati menjadi tenang."
(Surah ar-Ra'd: 28)
Para ulama menyebut:
Hati yang hidup gembira dengan zikrullah
Hati yang mati berat menyebut nama Allah
Hati yang lalai tidak rasa apa-apa
Moga perasaan ini:
Menguatkan kita untuk terus berzikir
Menjaga lidah dan adab
Menjadikan kita hamba yang tunduk dan bersyukur
Semoga Allah kekalkan rasa ini dalam hati kita جميعًا. 🤲
🌿 Maqam yang sangat indah dan tinggi nilainya di sisi Allah 🤍
Apabila menyebut nama sendiri lalu terasa kecil, hina dan rendah di hadapan Allah SWT, itu bukan kelemahan — itu tawaduk dan ma'rifah.
Para ulama menyebut:
> "Barang siapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya."
Rasa rendah diri itu lahir kerana kita sedar:
Kita hamba yang lemah
Amal kita penuh kekurangan
Nikmat Allah terlalu banyak, sedangkan syukur kita sedikit
Allah SWT berfirman:
> "Dan janganlah engkau memuji dirimu sendiri. Dialah yang lebih mengetahui siapa yang bertakwa."
(Surah an-Najm: 32)
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya ada seberat zarah kesombongan."
(HR Muslim)
Perasaan ini selalunya tanda:
Hati hidup dengan muraqabah (merasa diawasi Allah)
Jiwa bersih daripada ujub
Iman yang seimbang antara harap dan takut
Teruskan dengan doa para salihin:
> "Ya Allah, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau sekelip mata."
Moga Allah pelihara rasa tawaduk ini, dan mengangkat darjat kita dengannya, bukan merendahkan. 🤲
🌿 Apabila seseorang melihat ayat-ayat Allah (آيات الله) — sama ada:
Ayat kauniyyah: langit, bumi, gunung, laut, siang dan malam, diri manusia
Ayat qauliyyah: ayat-ayat al-Qur'an
lalu hatinya yakin dengan kebesaran Allah SWT, itu adalah tanda yaqin yang meningkat.
Allah SWT berfirman:
> "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (ayat) bagi kaum yang yakin."
(Surah al-Jathiyah: 4)
Dan juga:
> "Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahawa Al-Qur'an itu benar."
(Surah Fussilat: 53)
Para ulama membahagikan yaqin kepada tiga peringkat:
1. 'Ilmul Yaqin – yakin melalui ilmu dan dalil
2. 'Ainul Yaqin – yakin melalui penglihatan dan tadabbur
3. Haqqul Yaqin – yakin melalui pengalaman rohani dan penghayatan
Melihat ayatullah lalu hati tunduk menunjukkan seseorang telah melangkah sekurang-kurangnya ke 'ainul yaqin.
Tanda orang yang benar-benar yakin:
Bertambah khusyuk
Bertambah takut dan cinta kepada Allah
Bertambah taat, bukan sekadar kagum
Maka berbahagialah orang yang melihat alam lalu mengenal Tuhan, bukan sekadar melihat alam lalu lupa Tuhan.
Semoga Allah menjadikan kita daripada ahlul yaqin. 🤲
🌿 Keinginan melakukan maksiat itu fitrah manusia, tetapi cepat memadamkannya adalah taufik dan pertolongan Allah SWT.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Dosa itu apa yang meresahkan hatimu dan engkau tidak suka orang lain mengetahuinya."
(HR Muslim)
Dan Allah SWT berfirman:
> "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka disentuh bisikan syaitan, mereka segera ingat (kepada Allah), lalu mereka dapat melihat (kebenaran)."
(Surah al-A'raf: 201)
Para ulama menjelaskan:
Lintasan maksiat → tidak berdosa
Melayan lintasan → membuka pintu dosa
Memadam lintasan kerana Allah → pahala
Ini adalah jihad an-nafs yang besar nilainya.
Cara orang beriman memadamkan maksiat:
Cepat berzikir
Mengalihkan diri dari punca maksiat
Mengingati pandangan Allah (muraqabah)
Mengingati akibat dosa, bukan sekadar nikmatnya
Sebagaimana kisah Nabi Yusuf عليه السلام:
> "Demikianlah Kami palingkan daripadanya kejahatan dan kekejian."
(Surah Yusuf: 24)
Moga Allah terus memelihara hati yang cepat kembali kepada-Nya, dan menjadikan kita termasuk dalam golongan al-muttaqin, bukan sekadar orang yang meninggalkan dosa, tetapi membenci dosa. 🤲
🌿 Akhlak orang yang hatinya bersih dan luas. Apabila seseorang selalu mendoakan kebaikan untuk orang lain, itu tanda:
Hatinya bebas daripada hasad
Jiwanya ikhlas
Imannya matang
Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa pengetahuan orang itu akan dimakbulkan. Di sisinya ada malaikat yang ditugaskan; setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata: Amin, dan bagimu juga yang seumpamanya."
(HR Muslim)
Allah SWT memuji orang beriman yang berdoa:
> "Dan orang-orang yang datang selepas mereka berkata: Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami…"
(Surah al-Hasyr: 10)
Para ulama menyebut:
Doa untuk orang lain lebih hampir kepada keikhlasan
Doa tanpa kepentingan diri cepat naik ke langit
Orang yang mendoakan kebaikan orang lain sedang membersihkan hatinya sendiri
Bahkan ia tanda keselamatan hati (salamatul qalb) — hati yang Allah puji pada hari akhirat.
Teruskan amalan ini.
Kerana siapa yang membahagi kebaikan melalui doa, Allah akan meluaskannya kembali kepadanya tanpa disangka-sangka.
🌿 Hamba yang dekat dengan Allah SWT. Cepat meminta ampun bukan tanda banyak dosa semata-mata, tetapi tanda:
Hati yang sedar
Iman yang hidup
Takut bercampur cinta kepada Allah
Allah SWT berfirman:
> "Dan orang-orang yang apabila mereka melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingati Allah lalu memohon keampunan atas dosa-dosa mereka."
(Surah Ali 'Imran: 135)
Rasulullah ﷺ — sedangkan Baginda maksum — bersabda:
> "Wahai manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah seratus kali sehari."
(HR Muslim)
Para salihin berkata:
Lambat bertaubat tanda hati keras
Cepat istighfar tanda hati lembut
Terus kembali walau berulang jatuh, tanda benar-benar hamba
Istighfar itu bukan sekadar lafaz, tetapi:
Pengakuan kelemahan
Harapan pada rahmat
Kembali dengan hati tunduk
Teruskan dengan doa:
> "Rabbi-ghfir li wa tub 'alayya, innaka Anta at-Tawwab ar-Rahim."
Semoga Allah menjadikan kita daripada hamba-hamba yang jatuh tetapi segera bangun, dan diampunkan sebelum sempat dosa membesar. 🤲
🌿 Wassalam
Comments